Tuesday, December 9, 2025

Apa Kabarmu?

Pada suatu malam, dalam perjalanan pulang, gerimis halus turun dalam remang malam. Lampu-lampu jalan bersalang-seling memberikan gelap dan terang secara bergantian. Lalu aku mlewati lampu jalan itu, menatap ke langit malam, dan kulihat rintik lembut hujan terasa lembut.

Di usia sekarang ini, rasanya tidak seramai waktu aku sekolah. Aku kadang bertanya-tanya, apakah ini yang namanya kesepian. Kadang memang sunyi, kadang aku ingin ditemani, tapi kadang aku menikmati kesendirian ini.

Orang-orang yang dulu silih berganti aku kagumi, kini sudah memiliki kekasih hati. Dan aku masih saja sendiri. Aku tak tahu harus mengagumi siapa, apakah aku harus kagum? Tetapi tidak ada yang benar-benar menarik. Dan aku juga tahu, bahwa aku juga kurang menarik.

Bukan berarti aku tak membutuhkan cinta. Karena fitrahnya, manusia akan selalu berdampingan dengannya. Aku hanya tidak bisa maju, belum bisa berubah.

Jika aku bisa berpesan, mungkin aku sudah ditunggu. Maukah kamu menungguku sedikit lagi? Hingga aku siap untuk menjadi diri yang lebih baik? Sedikit lagi. Maafkan aku. Aku masih penuh dengan kekurangan yang belum bisa kuatasi.

Aku tahu menunggu bukanlah hal yang mudah. Sama halnya dengan mengubah diriku sendiri. Itu juga tak mudah. Maka maafkan aku, masih membuatmu harus maenunggu.



No comments:

Post a Comment